- Squid + Tproxy for slackware 12.2
- Pengantar CISCO ROUTER
- VLAN??
- Konfigurasi Dasar Cisco Switch
- Bonding (Port Trunking)
- IMPLEMENTASI VLAN
- mikrotik sebagai transparent proxy
- adsl bridge with mikrotik
- download limit only in mikrotik
- Load Balancing Persitent Mikrotik 3.20
- wireles mikrotik sisi ap-bridge
- wireles mikrotik sisi station
- MRTG
- delay_pools
- traceroute with MTR
- squid on slackware
- Install oidentd
- Install squid (diskd caching)
- Installing Squid with the delay pools feature
- slackware linux
- Caching Dynamic Content
- acl mac address on squid
- redirect proxy with iptables
- block website with squid
- nat with iptables
- block user with .htacess
- Linux Firewalls Using iptables
- Configuring DNS
- I/O dan perintah Dasar Linux
- Filesystem Linux
- Instalasi Linux
- Pengenalan Linux
- HTB Linux queuing discipline manual - user guide
- Bandwidth Limiting with IP Masquerade - Howto
- dasar squid
- L7-filter
- Manajemen Virtual Domain Dan Users dengan Postfix Admin / Pop3d berbasis Courier-IMAP - MySQL
- Kompilasi kernel
- Bash scripting
- Manajemen media penyimpan
- Booting dan process init
- Mengontrol dan memonitor proses
- Manajemen user dan group
- Setup Mikrotik dari awal (step by step)
| Mengontrol dan memonitor proses |
|
Ketika suatu sistem linux dijalankan, dan berbagai program dieksekusi, hal ini memerlukan suatu managemen dalam mengontrol dan memonitor setiap proses. Proses di linux tercatat dalam bentuk bilangan angka (PID), sehingga setiap proses dapat diamati dari memory yang dipakai, user yang menjalankannya (process owner), lamanya proses tersebut di jalankan dan lain sebagainya. Proses yang berlangsung dapat berupa daemon, aplikasi pengguna, utilitas dan lain lain. Proses yang dijalankan di console, shell, xterm, dan lain-lainnya disebut sebagai foreground process. sedangkan background process adalah proses yang dijalankan secara background dan biasanya di jalankan dengan menambahkan "&" pada akhir dari baris perintah. contoh : $ ping 192.168.0.1 & Perintah diatas akan mengakibatkan mesin akan melakukan ping ke sistem dengan ip 192.168.0.1 secara kontinyu dan bekerja di background (di belakang layar) Untuk memonitor proses-proses yang dijalankan oleh system dapat di gunakan perintah ps dan top. Sedankan untuk mengontrol proses dalam dilakukan dengan utilitas kill,yang akan mengirim signal kepada suatu proses.
ps Utilitas ps ini digunakan untuk melihat proses apa saja yang sedang dijalankan system. option yang umum digunakan adalah "-aux", untuk option lengkapnya dapat dilihat dengan mengeksekusi "ps --help". Sintaks dari utilitas ini: $ ps [option] contoh : antoro@drutz:˜$ ps aux USER PID %CPU %MEM VSZ RSS TTY STAT START TIME COMMAND root 1 0.0 0.4 1020 64 ? S 10:12 0:04 init [2] root 2 0.0 0.0 0 0 ? SW 10:12 0:00 [kflushd] root 3 0.0 0.0 0 0 ? SW 10:12 0:00 [kupdate] root 4 0.0 0.0 0 0 ? SW 10:12 0:00 [kpiod] root 5 0.0 0.0 0 0 ? SW 10:12 0:05 [kswapd] root 149 0.0 1.5 1352 216 ? S 10:15 0:00 /sbin/syslogd root 151 0.0 1.2 1396 164 ? S 10:15 0:04 /sbin/klogd root 155 0.0 5.4 2156 740 ? S 10:15 0:02 /usr/sbin/named disappea 159 0.0 0.0 1748 0 ? SW 10:15 0:00 [safe_mysqld] root 160 0.1 11.5 7440 1572 ? SN 10:15 0:29 perl ./infobot root 176 0.0 2.7 1060 368 ttyS0 S 10:15 0:01 /usr/sbin/gpm antoro@ drutz:˜$
Keterangan : USER : pemilik proses PID : proces ID (Nomor Proses) %CPU : penggunaan CPU oleh proses %MEM : penggunaan Memory (dalam KB) oleh proses VSZ : penggunaan virtual memory dalam proses RSS : penggunaan memory yang resident oleh proses TTY : terminal (tty), tempat asal proses tsb dijalankan STAT : keadaan suatu proses - R : proses dalam kondisi Running - S : proses dalam kondisi Sleeping - I : proses dalam kondisi idle - Z : proses Zombie - D : uninterruptible sleep ( biasanya IO ) - < : proses dengan prioritas tinggi - N : proses dengan prioritas rendah - dan lain lain START : saat proses dijalankan TIME : laman proses dijalankan COMMAND : Baris perintah yang dijalankan top Utilitas ini secara mendasar fungsinya sama seperti ps, hanya saja top lebih aktual karena setelah kita eksekusi, top akan update proses yang dijalankan secara berkala. Juga top lebih spesifik dalam menjelaskan keadaan sistem. Kelemahannya adalah proses top ini lebih memakan banyak memory. Sintaks dari utilitas ini : $ top contoh : antoro@drutz:˜$ top 3:37pm up 5:24, 3 users, load average: 0.05, 0.06, 0.00 34 processes: 33 sleeping, 1 running, 0 zombie, 0 stopped CPU states: 3.6% user, 9.9% system, 0.0% nice, 86.3% idle Mem: 13624K av, 12564K used, 1060K free, 8340K shrd, 380K buff Swap: 62460K av, 11700K used, 50760K free 6012K cached PID USER PRI NI SIZE RSS SHARE STAT LIB %CPU %MEM TIME COMMAND 689 antoro 14 0 1308 1308 700 R 0 8.0 9.6 0:22 top 176 root 6 0 372 368 316 S 0 4.3 2.7 0:02 gpm 1 root 0 0 108 64 48 S 0 0.0 0.4 0:04 init 2 root 0 0 0 0 0 SW 0 0.0 0.0 0:00 kflushd 3 root 0 0 0 0 0 SW 0 0.0 0.0 0:00 kupdate 4 root 0 0 0 0 0 SW 0 0.0 0.0 0:00 kpiod 5 root 0 0 0 0 0 SW 0 0.0 0.0 0:05 kswapd 149 root 0 0 264 216 152 S 0 0.0 1.5 0:00 syslogd 151 root 0 0 576 164 136 S 0 0.0 1.2 0:04 klogd .... dst Dari dua perintah ps dan top diatas dikenal sebutan proses zombie. Proses zombie adalah suatu proses (biasanya proses anak) yang telah mati/dimatikan tetapi tetap ada. Hal ini dikarenakan proses ibunya(parent process) tidak mematikan proses anaknya dengan sempurna. Proses zombie ini akan mati apabila parent prosesnya mati.
kill Setiap proses yang dijalankan dilinux dapat dideteksi dan kemudian di matikan, seperti telah dijelaskan pada Modul Linux Dasar dalam perintah-perintah dasar Linux. |

